cerpen
Hati Yang Termiliki
Rada menepiskan perasaannya jauh-jauh, ketika melihat Sean, ya Sean Joo Woon yang selalu menghantui hari-harinya, membuatnya bingung dengan perasaannya sendiri.ketika dikantin ia dipeluk oleh seorang cewek yang bernama Siska, siswa kelas X11 B yang menjadi primadona sekolah.Rada bergegas menjauhi mereka berdua.
Tepatnya tiga tahun sudah Rada mengenal Sean, cowok yang berasal dari korea itu membuatnya kagum dan ia bertekad untuk membuka hati untuknya,Rada terkenal tomboy disekolahnya, mulai dari Cici, Rani, Susi, Aini, Robi, Mike, John, dan bahkan Guru pembimbingnya mengatakan dia tomboy, tapi setelah Sean pindah ke sekolahnya, yaitu SMA Nusa Bakti, Bogor itu, ia mulai berubah. Rada mulai menata rambutnya yang biasa awut-awutan, Ia memakai parfum, bermake up tipis dan juga menanggalkan sepatu sportnya. Sungguh ajaib batin teman-temannya.
Suatu pagi,Rada memang sengaja datang kesekolah lebih awal dari biasanya, ia selalu datang dengan kendaraan umum. Sean memandangnya dari jauh, dia ingin sekali menyapanya. Tapi, jangankan bicara berdua, tiap kali papasan saja ia tidak pernah melihatku, ia selalu menunduk. Harusnya kau tau rada, aku kesini untukmu.
Rada berlari memasuki area sekolah, disapanya pak satpam juga teman-temannya. Hari ini rada kebagian piket kelas, karena keinginannya memilih piket hari sabtu dan sendirian. Seusai membereskan pekerjaannya ia berlari kekantin untuk membeli minuman.
“huh...selesai juga kerjaan gw,...” desusnya
Sesampainya dikantin ia melihat Sean bersama siska lagi, dan kebetulan mereka duduk didepan lemari es. Dengan hati bergetar ia cepat mengambil minumannya dan langsung pergi, sampai pintu kantin siska yang centil itu meledeknya...”hai rada.....sarapan barengan kami yuk???? Siska menawarinya dengan logat kemayunya dan sambil memegang lengan Sean dengan mesra.
“umm..........go, eh makasih sis” jawabnya singkat.
Sean yang sedari tadi tertunduk, hatinya bergetar ketika mendengar rada yang akan mengatakan gomewo tapi tidak jadi.
Sean dan Rada sudah lama saling mengenal, meski hanya lewat twitter, mereka sangat akrab, sering chat, telfon, ataupun sms-an doank. Setelah sean kehilangan ayah dan kedua kakaknya, ia merasa putus asa dengan hidupnya, walaupun ia termasuk keluarga yang kaya karena orang tuanya pengusaha resto terkenal di Seoul. semenjak kejadian, itu ia menjadi anak brutal dan liar, selalu membangkang pada ibunya. Tetapi setelah mengenal rada ia kembali baik dan ia banyak belajar bahasa indonesia dari rada, hingga ia memutuskan untuk pindah ke Indonesia.tepatnya diBogor tempat asal Rada.
Akan tetapi, yang terjadi sekarang tidak seperti yang di inginkanya. Sean sangat jauh dengan rada, bahkan bisa dibilang mereka tidak saling mengenal.sean jadian sama siska yang lebih dulu mengutarakan cintanya pada nya, dan mengatakan bahwa ia memiliki penyakit kanker darah, karena itulah sean mengiyakan seluruh permintaannya.
Malam hari di apartemennya rada termenung sendiri, ia berfikir mengapa tidak pindah saja ke Busan ,Korea. Tinggal bersama kakak satu-satunya yang menempuh kuliah dan bahkan menikah disana.di indonesia ia hanya memiliki keluarga di surabaya. Orang tuanya meninggal dunia karena kecelakaan mobil dengannya. Sampai ia mengalami trauma mengendarai mobil. Rada tersadar dari lamunannya ketika mendengar handphone miliknya berbunyi.
“halo, apa kabar adikku sayang?.......” sapa kakaknya
“is very bad...” jawabnya
“ kamu ini masih bandel ya da,,, udah dibilang jangan ganti nomor terus kok, masiiiih juga.” Sembur kakaknya
“iya-iya kak...kapan kakak pulang ke indonesia?
“tunggu ja ya.... kamu kangen dengan keponakanmu ya?? Ya udah selamat malam ya da...
“umm ....ye “jawab rada kesal
Ia merebahkan tubuhnya kekasur yang empuk, dan merutuki dirinya sendiri mengapa ia harus ketemu Sean kalu hanya untuk saling diam begini, jangankan akrab. Bertatapan saja tidak pernah, padahal hampir satu tahun ia sekelas dengan Sean. Tak terasa kantuk telah tiba, rada terbawa mimpi yang panjang dan tak seindah yang ia inginkan.
Hari senin merupakan awal yang mengesankan, rada berlari menuju kelas, dan braaaaakkkk..............rada bertabrakan dengan Sean, dan disaat itulah tatapan keduanya bertemu.” Ternyata kamu sangat manis rada”... gumam sean dalam hati.
“upst......sorry banget ya,,gw yang salah” sembur rada dan langsung membereskan kertas yang berserakan, kertas itu banyak sekali titipan guru pembimbingnya yang katanya hasil latihan anak kelas X, X1, dan X11...
“iya....aku juga salah, mianhe ....boleh aku membantumu” Sean berkata dengan sangat gugup
“o...ok” jawab rada singkat.
Hari ini memang musibah plus hadiah untuk sean dan rada, karena kertas titipan bu Rini tadi berantakan dan bercampur dari semua kelas, yang jumlahnya ribuan siswa, bu Rini marah dan menghukum mereka.Hukuman yang mereka dapat memang tidak bisa dibilang ringan, mulai dari bersihin kamar mandi, gudang, halaman belakang, sampai buang sampah, dan sangat menguras tenaga mereka.
Ketika membuang kantong sampah terakhir, rada merasa ada yang aneh dengan dirinya, tubuhnya menggigil keringat dinginnya mengucur dan seketika ia merasa gelap. Rada pingsan karena kelelahan, Sean yang menggendongnya keklinik, membuat gempar sekolah. Secara cowok cute idaman para sisiwi itu menggendong anak tomboy itu. Siska sangat cemburu dan langsung nyamperin mereka di klinik sekolah.
“baby....radakan udah ada yang ngurus, kita kekantin yuk???” rengek siska sesaat sean meletakkan tubuh rada yang terkulai lemas.
“kamu pergi sama genk kamu duluan yah....aku nyusul” sahut Sean lembut
“ogah...ah, maunya sama kamu....” siska semakin mirip anak TK yang minta jajan pada ibunya.
Dengan hati kesal sean menurutinya, karena malu dengan semua orang diklinik itu, termasuk Dr.Natasya, dokter yang memeriksa Rada.
Rada tersadar dan melihat teman-teman sekelasnya yang rame nimbrung diklinik seperti ngantri sembako, atau mirip antrian di pom bensin.
“gw dimana?...”tanya rada
“loe di klinik da, ,,,”sahut mike dan cici bersamaan, dan mereka saling berpandangan.
“ha ha ha.... kalian emang pasangan yang kompak” timpal rada ngakak
“dokter,,,impusnya lepas aja ya... saya kan sehat, kok pake di infus segala...”pinta rada kepada dokter.
Semua temannya berteriak pada rada,,,”huuu...dasar tomboy. Disuruh diam bentar aja nggak mau,,,seru teman-temannya kompak.
“ayolah broww....gw bisa istirahat dirumah kok, nggak perlu kalian tonton begini....” timpal rada sambil menggaruk kepalanya sambil tersenyum tipis.
“baiklah...dokter izinkan, tapi kamu harus pulang sekarang. Mag kamu kambuh da....makan yang teratur, sebentar lagi ujian”dokter menasehatinya.
“baik dokter cantik....” rada malah meledek dokter natasya di ikuti seruan teman-temannya.
Dengan terpaksa rada meninggalkan sekolahnya lebih awal, ia langsung menghentikan bus angkutan umum dan masuk kedalamnya. Tanpa ia sadari Sean mengikutinya. Sean masih khawatir dengan keadaannya. Didalam bus itu ternyata sesak sekali, sean yang tidak terbiasa dengan hal tersebut menjadi tidak nyaman. Sepertinya rada anak orang kaya, mengapa dia mau berdesakan dengan orang sebanyak ini, kan bahaya buat cewek seperti dia. Ketika sampai didepan resto KIMCHI, rada turun.... dan betapa terkejutnya Sean, bahwa rada turun di resto miliknya, sekaligus berdampingan dengan apartementnya. Sean memang tinggal diindonesia sendirian, karena omanya harus mengurus resto pusat di Seoul.ia dibantu oleh pamannya untuk mengelola restonya.
Rada yang biasa makan makanan korea itu memesan sepiring pasta dan teh hijau, ia makan dengan lahapnya. Sean melihatnya dari kejauhan.setelah makan rada langsung pergi dari resto itu dengan berjalan kaki. Sean yang penasaran membuntutinya sampai apartementnya. Tanpa ia sadari selama ini apartemen mereka sangat dekat.
Lewat tetangga apartement rada, sean tahu semua tentang rada yang tinggal sendirian terkadang ada pembantu tetapi pembantunya juga telah ia belikan rumah dan hanya mengunjunginya seminggu sekali, ia adalah seorang gadis yang mandiri, ceria, dan bersahabat dengan lingkungannya, dan semua mobilnya di jual lantaran trauma sewaktu kecelakaan.Hati sean semakin yakin dengan apa yang dirasakannya, inilah orang yang kucari selama ini” batinnya. Dulu saat mereka masih akrab, rada tidak pernah bercerita tentang orang tuanya.ia hanya mengatakan ia sering ke korea karena mempunyai kakak kandung di Busan.
Tak terasa sampai sore ia ditempat tetangga rada, yang bernama ibu aisyah. “bu,, tolong beritahu saya, kalu ada sesuatu pada rada ya..ini kartu nama saya...” pinta sean dengan lembut.
“Baiklah nak...” jawab ibu aisyah lembut.
Ketika sean membuka hp, ia membuka sms dari siska yang ngomel karena ditinggal pulang sekolah tadi. “Haah.....rasanya ingin cepat menyudahi hubungan yang nggak penting ini, “ sean berbicara sendiri.
Malam ini siska meminta sean menemaninya pergi keacara lomba fashion sekota bogor, ia disana bertemu orang tua siska. Yang bersikap ramah terhadapnya tetapi ia merasa aneh dan menyuruh temannya john untuk memata-matai keluarga siska. dan disaat itu juga rada berada disana, ia melihat cici yang juga ikut perlombaan. Ketika rada duduk sendirian, sean mendekatinya.
“Aneyong haseyo ......” sapa sean
“Haseyo....” jawab rada terkejut.
“Boleh aku duduk disini?...”
“oh...silahkan” jawabnya lagi
Mereka berdua saling terdiam dan hanyut dalam acara, sean buyar dari lamunan ketika hp nya bergetar, ternyata john teman sekelasnya. John yang blesteran depok-inggris itu ahli dalam bidang itu, ia mengirim video percakapan ayah siska yang seorang menteri dengan siska, juga ibunya.
Keluarga itu ternyata menyimpan niat jahat terhadap dirinya, siska beralasan sakit agar bisa menjadi kekasih sean, yang akan memudahkan ia memenangkan lomba karena sean berasal dari korea, dan juri pada malam ini berasal dari korea dan paris. Dan pemenangnya akan mendapat karantina diparis selama setahun.
Sean yang tahu dimanfaatkan marah besar dan langsung pergi begitu saja, rada yang melihat ada yang aneh dengan sean langsung mengikutinya. Sean mengirim email kesiska, bahwa ia memutuskan hubungannya dengan siska. dan tidak akan menjadi boneka siska lagi. Dari awal dia menerima siska karena lantaran kasihan, tetapi tidak disangka terjadi demikian.dengan cekatan sean mengirimkan bukti kelicikan siska dalam lomba pada para juri, dan akhirnya juri menetapkan cici sebagai pemenangnya. Siska yang tidak terima dengan kenyataan langsung menangis sejadi-jadinya diatas panggung. Dan ayahnya sangat malu di buatnya.
Sean terus berjalan dengan amarah yang menguasai dirinya, tak disadarinya rada mengikuti dari belakang. Ia tersadar ketika rada mendorongnya dan ia tersungkur ketika melihat ada yang mau menembak dirinya, tetapi mengenai dada kiri rada. Penembak itu langsung kabur entah kemana, sean berusaha mengejarnya tapi rada memenggilnya lirih. Rada terjatuh dalam dekapan sean. “sean.....sean.....” rada pingsan.
Rada menepiskan perasaannya jauh-jauh, ketika melihat Sean, ya Sean Joo Woon yang selalu menghantui hari-harinya, membuatnya bingung dengan perasaannya sendiri.ketika dikantin ia dipeluk oleh seorang cewek yang bernama Siska, siswa kelas X11 B yang menjadi primadona sekolah.Rada bergegas menjauhi mereka berdua.
Tepatnya tiga tahun sudah Rada mengenal Sean, cowok yang berasal dari korea itu membuatnya kagum dan ia bertekad untuk membuka hati untuknya,Rada terkenal tomboy disekolahnya, mulai dari Cici, Rani, Susi, Aini, Robi, Mike, John, dan bahkan Guru pembimbingnya mengatakan dia tomboy, tapi setelah Sean pindah ke sekolahnya, yaitu SMA Nusa Bakti, Bogor itu, ia mulai berubah. Rada mulai menata rambutnya yang biasa awut-awutan, Ia memakai parfum, bermake up tipis dan juga menanggalkan sepatu sportnya. Sungguh ajaib batin teman-temannya.
Suatu pagi,Rada memang sengaja datang kesekolah lebih awal dari biasanya, ia selalu datang dengan kendaraan umum. Sean memandangnya dari jauh, dia ingin sekali menyapanya. Tapi, jangankan bicara berdua, tiap kali papasan saja ia tidak pernah melihatku, ia selalu menunduk. Harusnya kau tau rada, aku kesini untukmu.
Rada berlari memasuki area sekolah, disapanya pak satpam juga teman-temannya. Hari ini rada kebagian piket kelas, karena keinginannya memilih piket hari sabtu dan sendirian. Seusai membereskan pekerjaannya ia berlari kekantin untuk membeli minuman.
“huh...selesai juga kerjaan gw,...” desusnya
Sesampainya dikantin ia melihat Sean bersama siska lagi, dan kebetulan mereka duduk didepan lemari es. Dengan hati bergetar ia cepat mengambil minumannya dan langsung pergi, sampai pintu kantin siska yang centil itu meledeknya...”hai rada.....sarapan barengan kami yuk???? Siska menawarinya dengan logat kemayunya dan sambil memegang lengan Sean dengan mesra.
“umm..........go, eh makasih sis” jawabnya singkat.
Sean yang sedari tadi tertunduk, hatinya bergetar ketika mendengar rada yang akan mengatakan gomewo tapi tidak jadi.
Sean dan Rada sudah lama saling mengenal, meski hanya lewat twitter, mereka sangat akrab, sering chat, telfon, ataupun sms-an doank. Setelah sean kehilangan ayah dan kedua kakaknya, ia merasa putus asa dengan hidupnya, walaupun ia termasuk keluarga yang kaya karena orang tuanya pengusaha resto terkenal di Seoul. semenjak kejadian, itu ia menjadi anak brutal dan liar, selalu membangkang pada ibunya. Tetapi setelah mengenal rada ia kembali baik dan ia banyak belajar bahasa indonesia dari rada, hingga ia memutuskan untuk pindah ke Indonesia.tepatnya diBogor tempat asal Rada.
Akan tetapi, yang terjadi sekarang tidak seperti yang di inginkanya. Sean sangat jauh dengan rada, bahkan bisa dibilang mereka tidak saling mengenal.sean jadian sama siska yang lebih dulu mengutarakan cintanya pada nya, dan mengatakan bahwa ia memiliki penyakit kanker darah, karena itulah sean mengiyakan seluruh permintaannya.
Malam hari di apartemennya rada termenung sendiri, ia berfikir mengapa tidak pindah saja ke Busan ,Korea. Tinggal bersama kakak satu-satunya yang menempuh kuliah dan bahkan menikah disana.di indonesia ia hanya memiliki keluarga di surabaya. Orang tuanya meninggal dunia karena kecelakaan mobil dengannya. Sampai ia mengalami trauma mengendarai mobil. Rada tersadar dari lamunannya ketika mendengar handphone miliknya berbunyi.
“halo, apa kabar adikku sayang?.......” sapa kakaknya
“is very bad...” jawabnya
“ kamu ini masih bandel ya da,,, udah dibilang jangan ganti nomor terus kok, masiiiih juga.” Sembur kakaknya
“iya-iya kak...kapan kakak pulang ke indonesia?
“tunggu ja ya.... kamu kangen dengan keponakanmu ya?? Ya udah selamat malam ya da...
“umm ....ye “jawab rada kesal
Ia merebahkan tubuhnya kekasur yang empuk, dan merutuki dirinya sendiri mengapa ia harus ketemu Sean kalu hanya untuk saling diam begini, jangankan akrab. Bertatapan saja tidak pernah, padahal hampir satu tahun ia sekelas dengan Sean. Tak terasa kantuk telah tiba, rada terbawa mimpi yang panjang dan tak seindah yang ia inginkan.
Hari senin merupakan awal yang mengesankan, rada berlari menuju kelas, dan braaaaakkkk..............rada bertabrakan dengan Sean, dan disaat itulah tatapan keduanya bertemu.” Ternyata kamu sangat manis rada”... gumam sean dalam hati.
“upst......sorry banget ya,,gw yang salah” sembur rada dan langsung membereskan kertas yang berserakan, kertas itu banyak sekali titipan guru pembimbingnya yang katanya hasil latihan anak kelas X, X1, dan X11...
“iya....aku juga salah, mianhe ....boleh aku membantumu” Sean berkata dengan sangat gugup
“o...ok” jawab rada singkat.
Hari ini memang musibah plus hadiah untuk sean dan rada, karena kertas titipan bu Rini tadi berantakan dan bercampur dari semua kelas, yang jumlahnya ribuan siswa, bu Rini marah dan menghukum mereka.Hukuman yang mereka dapat memang tidak bisa dibilang ringan, mulai dari bersihin kamar mandi, gudang, halaman belakang, sampai buang sampah, dan sangat menguras tenaga mereka.
Ketika membuang kantong sampah terakhir, rada merasa ada yang aneh dengan dirinya, tubuhnya menggigil keringat dinginnya mengucur dan seketika ia merasa gelap. Rada pingsan karena kelelahan, Sean yang menggendongnya keklinik, membuat gempar sekolah. Secara cowok cute idaman para sisiwi itu menggendong anak tomboy itu. Siska sangat cemburu dan langsung nyamperin mereka di klinik sekolah.
“baby....radakan udah ada yang ngurus, kita kekantin yuk???” rengek siska sesaat sean meletakkan tubuh rada yang terkulai lemas.
“kamu pergi sama genk kamu duluan yah....aku nyusul” sahut Sean lembut
“ogah...ah, maunya sama kamu....” siska semakin mirip anak TK yang minta jajan pada ibunya.
Dengan hati kesal sean menurutinya, karena malu dengan semua orang diklinik itu, termasuk Dr.Natasya, dokter yang memeriksa Rada.
Rada tersadar dan melihat teman-teman sekelasnya yang rame nimbrung diklinik seperti ngantri sembako, atau mirip antrian di pom bensin.
“gw dimana?...”tanya rada
“loe di klinik da, ,,,”sahut mike dan cici bersamaan, dan mereka saling berpandangan.
“ha ha ha.... kalian emang pasangan yang kompak” timpal rada ngakak
“dokter,,,impusnya lepas aja ya... saya kan sehat, kok pake di infus segala...”pinta rada kepada dokter.
Semua temannya berteriak pada rada,,,”huuu...dasar tomboy. Disuruh diam bentar aja nggak mau,,,seru teman-temannya kompak.
“ayolah broww....gw bisa istirahat dirumah kok, nggak perlu kalian tonton begini....” timpal rada sambil menggaruk kepalanya sambil tersenyum tipis.
“baiklah...dokter izinkan, tapi kamu harus pulang sekarang. Mag kamu kambuh da....makan yang teratur, sebentar lagi ujian”dokter menasehatinya.
“baik dokter cantik....” rada malah meledek dokter natasya di ikuti seruan teman-temannya.
Dengan terpaksa rada meninggalkan sekolahnya lebih awal, ia langsung menghentikan bus angkutan umum dan masuk kedalamnya. Tanpa ia sadari Sean mengikutinya. Sean masih khawatir dengan keadaannya. Didalam bus itu ternyata sesak sekali, sean yang tidak terbiasa dengan hal tersebut menjadi tidak nyaman. Sepertinya rada anak orang kaya, mengapa dia mau berdesakan dengan orang sebanyak ini, kan bahaya buat cewek seperti dia. Ketika sampai didepan resto KIMCHI, rada turun.... dan betapa terkejutnya Sean, bahwa rada turun di resto miliknya, sekaligus berdampingan dengan apartementnya. Sean memang tinggal diindonesia sendirian, karena omanya harus mengurus resto pusat di Seoul.ia dibantu oleh pamannya untuk mengelola restonya.
Rada yang biasa makan makanan korea itu memesan sepiring pasta dan teh hijau, ia makan dengan lahapnya. Sean melihatnya dari kejauhan.setelah makan rada langsung pergi dari resto itu dengan berjalan kaki. Sean yang penasaran membuntutinya sampai apartementnya. Tanpa ia sadari selama ini apartemen mereka sangat dekat.
Lewat tetangga apartement rada, sean tahu semua tentang rada yang tinggal sendirian terkadang ada pembantu tetapi pembantunya juga telah ia belikan rumah dan hanya mengunjunginya seminggu sekali, ia adalah seorang gadis yang mandiri, ceria, dan bersahabat dengan lingkungannya, dan semua mobilnya di jual lantaran trauma sewaktu kecelakaan.Hati sean semakin yakin dengan apa yang dirasakannya, inilah orang yang kucari selama ini” batinnya. Dulu saat mereka masih akrab, rada tidak pernah bercerita tentang orang tuanya.ia hanya mengatakan ia sering ke korea karena mempunyai kakak kandung di Busan.
Tak terasa sampai sore ia ditempat tetangga rada, yang bernama ibu aisyah. “bu,, tolong beritahu saya, kalu ada sesuatu pada rada ya..ini kartu nama saya...” pinta sean dengan lembut.
“Baiklah nak...” jawab ibu aisyah lembut.
Ketika sean membuka hp, ia membuka sms dari siska yang ngomel karena ditinggal pulang sekolah tadi. “Haah.....rasanya ingin cepat menyudahi hubungan yang nggak penting ini, “ sean berbicara sendiri.
Malam ini siska meminta sean menemaninya pergi keacara lomba fashion sekota bogor, ia disana bertemu orang tua siska. Yang bersikap ramah terhadapnya tetapi ia merasa aneh dan menyuruh temannya john untuk memata-matai keluarga siska. dan disaat itu juga rada berada disana, ia melihat cici yang juga ikut perlombaan. Ketika rada duduk sendirian, sean mendekatinya.
“Aneyong haseyo ......” sapa sean
“Haseyo....” jawab rada terkejut.
“Boleh aku duduk disini?...”
“oh...silahkan” jawabnya lagi
Mereka berdua saling terdiam dan hanyut dalam acara, sean buyar dari lamunan ketika hp nya bergetar, ternyata john teman sekelasnya. John yang blesteran depok-inggris itu ahli dalam bidang itu, ia mengirim video percakapan ayah siska yang seorang menteri dengan siska, juga ibunya.
Keluarga itu ternyata menyimpan niat jahat terhadap dirinya, siska beralasan sakit agar bisa menjadi kekasih sean, yang akan memudahkan ia memenangkan lomba karena sean berasal dari korea, dan juri pada malam ini berasal dari korea dan paris. Dan pemenangnya akan mendapat karantina diparis selama setahun.
Sean yang tahu dimanfaatkan marah besar dan langsung pergi begitu saja, rada yang melihat ada yang aneh dengan sean langsung mengikutinya. Sean mengirim email kesiska, bahwa ia memutuskan hubungannya dengan siska. dan tidak akan menjadi boneka siska lagi. Dari awal dia menerima siska karena lantaran kasihan, tetapi tidak disangka terjadi demikian.dengan cekatan sean mengirimkan bukti kelicikan siska dalam lomba pada para juri, dan akhirnya juri menetapkan cici sebagai pemenangnya. Siska yang tidak terima dengan kenyataan langsung menangis sejadi-jadinya diatas panggung. Dan ayahnya sangat malu di buatnya.
Sean terus berjalan dengan amarah yang menguasai dirinya, tak disadarinya rada mengikuti dari belakang. Ia tersadar ketika rada mendorongnya dan ia tersungkur ketika melihat ada yang mau menembak dirinya, tetapi mengenai dada kiri rada. Penembak itu langsung kabur entah kemana, sean berusaha mengejarnya tapi rada memenggilnya lirih. Rada terjatuh dalam dekapan sean. “sean.....sean.....” rada pingsan.
Komentar