Pramoedya Ananta Toer
PRAMOEDYA ANANTA TOER
Pramoedya Ananta Toer meninggal di Jakarta, pada usia 81 tahun. Ia salah satu pengarang paling produktif, berkualitas, dan ternama dalam sejarah sastra Indonesia.
Pramoedya Ananta Toer meninggal di Jakarta, pada usia 81 tahun. Ia salah satu pengarang paling produktif, berkualitas, dan ternama dalam sejarah sastra Indonesia.
Untuk diketahui, Pramoedya lahir di Blora, Jawa Tengah, pada 6 Februari 1925 dari pasangan Toer dan Saidah. Selama hidupnya, ia telah menghasilkan sedikitnya 50 karya sastra (novel sejarah, semi-autobiografi, cerita pendek, esai, dan lainnya). Beberapa karya utamanya, antara lain Cerita dari Blora (1952), Kuartet/Serial Pulau Buru (1980 - 1988), Gadis Pantai (1982), dan Arok Dedes (1999).
Dalam dunia sastra internasional, sastrawan Indonesia ini dijuluki "Albert Camus Indonesia". Menurut Los Angeles Time, ia termasuk dalam 100 pengarang dunia yang karyanya harus dibaca. Posisinya sejajar dengan John Steinbejk, Graham Greene dan Bertolt Berecht.
Sebagai tambahan, profil Pram juga pernah ditulis di New Yorker, The New York Time, dan banyak media massa dunia lainnya. Karya-karyanya juga sudah menerima banyak penghargaan dan diterjemahkan dalam lebih dari 36 bahasa asing termasuk bahasa Yunani dan Ta.
Komentar