dark memory






SUARA




rapuh terdengar kala dokter mendiagnosa tumor padaku, tak pernah kubayangkan sebelumnya, Ibu yang selalu ada disampingku membuatku kuat dan terus kuat.
Ibu selalu menampakkan wajah sumringah walau ku tahu ada raut khawatir terbesit sekilas. 
aku terpaku dalam lamunan, cita-cita ku menjadi tentara pembela bangsa kini kandas sudah, tapi pikiran itu segera ditampik oleh kakak sulungku, siapa bilang setelah oprasi nanti kamu nggak bisa jadi tentara? pasti bisa dek masih ada waktu tuk memulihkan lukamu" sahut kakak dengan semangat yang berkobar.
ku tersenyaum dalam diam, banyak sekali power yang diberikan oleh orang-orang terkasih yang selalu setia disampingku. terima kasih Ya Allah Ya Tuhanku.
tepat tanggal 7 juni 2017 jadwal oprasi ku, ku rengkuh tubuh Ibu, aku sedikit takut Ibu, tapi kan ku pinjam kekuatan ibu, kakak dan juga adek. aku ingin hidup lebih panjang demi masa depan bersamamu Ibu. 
pukul 11,30 aku membuka mataku dengan sedikit pusing, ibu sudah ada didepanku , mungkin sejak aku masih tak sadar diri tadi. aku merasa mual Ibu" . Ibu memberiku air dan memelukku sambil mengucapkan syukur tiada henti.
alhamdulillah..... dalam tidurku selama oprasi tadi aku mendengara suara merdumu Ibu, itu yang membuat ku lebih kuat dan dapat mengatasi sakitku.
kini saatnya aku sembuh. dan menjaga kesehatanku, agar Ibu tak terlalu khawatir lagi.
Ibu, I love you



(pasca oprasi ---jauza'ul abroru faqihuddin---)

Komentar